Pages

Saturday, 27 April 2013

DEMOKRAT akan mengusung paket DANNY - ICHAL

Gerbong Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin semakin terang-terangan berada di belakangan pasangan Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA). Pasangan sudah hampir dipastikan mengendarai partai Demokrat ini, justru terlihat kepentingan besar dari seorang Ilham Arief Sirajuddin nantinya

Setelah Ilham memberikan restu kepada pasangan tersebut, sejumlah orang dekatnya mulai memperkuat barisan pemenangan DIA. Tak tanggung- tanggung, adik kandung Ilham, Hendra Sirajuddin, ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan atau master campaign. Selain Hendra, kakak kandung Ilham, Syamsul Bahri Sirajuddin, juga dijadikan penasihat tim. Presiden Batu Putih Syndicate itu bakal bersama Ilham di posisi penasihat bila Partai Demokrat menjadi pengusung duet arsitek-politisi itu.

Di struktur tim DIA, beberapa orang dekat Ilham ikut memegang peranan penting. Mereka di antaranya, mantan juru bicara Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di Pilgub Sulsel, Selle KS Dalle, dipercayakan sebagai direktur Media DIA. Sementara untuk posisi juru bicara akan diisi tiga orang, yakni Arman (Ketua Granat Makassar), Irwan Ade Saputra (orang dekat Syamsu Rizal yang juga mantan tim media IA), serta satu nama lainnya yang masih dipertimbangkan.

Irwan Ade saat dikonfirmasi mengenai nama-nama tersebut tidak menampik. Menurut dia, kesepakatan itu sudah melalui rapat dan persetujuan yang bersangkutan. “Memang seperti itu struktur tim. Tapi, nanti akan kita sampaikan secara resmi karena semua masih tahap perampungan struktur,” ujar Ade

Dia menambahkan, struktur tim juga mengakomodasi tim yang selama ini bergerak ke Danny maupun tim Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, sebelum keduanya sepakat maju berpasangan di pilkada. Sementara itu, di tengah kesibukannya menyosialisasikan diri dan merampungkan struktur tim, Danny Pomanto mendapat penghargaan khusus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel.

Danny yang bernama lengkap Muhammad Ramadhan Pomanto ini mendapat penghargaan sebagai pria berbusana terbaik dan ahli di bidangnya saat malam penganugerahan di Maraja Ballroom, Hotel Sahid Jaya, Makassar, Kamis (25/4) malam. “Penghargaan ini diberikan khusus kepada orang yang ahli di bidangnya dan memiliki perhatian khusus di dunia seni,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jufri Rahman.

Danny dinilai ahli di bidangnya karena telah melahirkan karya arsitektur monumental. Di Makassar ada Center Point of Indonesia, Masjid Amirul Mukminin atau Masjid Terapung, Pantai Losari, Pantai Akkarena, dan sejumlah karya lain yang sedang dibangun di Makassar. “Saya sangat mengapresiasi penghargaan ini. Saya merasa terhormat diberi kesempatan dan ada usaha untuk melestarikan budaya,” kata Danny.

Friday, 26 April 2013

“Saya tetap mengharapkan Pak Supomo bisa fokus kembali ke pemerintah kota,”

Kota Makassar seolah kehilangan PEMIMPIN, semua sibuk urusan masing-masing, hingga kota tak terurus dan rakyat jangan bermimpi dapat ADIPURA.

Salah satunya Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin melakukan touring motor gede, Harley Davidson dari Kota Surabaya, Jawa Timur ke Kota Yogyakarta, DIY.

Touring dilakukan, Jumat (26/4/2013). Pria yang akrab disapa Aco ini touring bersama dengan rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kota Makassar dan HDCI Kota Surabaya.

Jarak Surabaya dengan Yogyakarta sekitar 327 kilometer. Perjalanan akan ditempuh selama sehari.

Sebelumnya, Ilham juga melakukan touring dari Surabaya ke Denpasar, Bali, Sabtu (9/3/2013). Perjalanan ditempuh sejauh sekitar 440 kilometer selama sehari. Ilham memimpin touring ini bersama HDCI Kota Makassar.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel tersebut baru saja terpilih memimpin kembali HDCI Kota Makassar. Di HDCI, ia disapa Bro Aco.

WAKIL WALIKOTA katanya sibuk partai

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin angkat bicara soal jarangnya Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur berkantor.

Ilham juga tak berkantor karena sedang memimpin touring Harley Davidson Club Indonesia Kota Makassar dengan rute dari Kota Surabaya, Jawa Timur ke Kota Yogyakarta, DIY, kemarin.

Sehari sebelumnya, Supomo juga tak berkantor karena sibuk menghadiri pemaparan visi dan misi sebagai bakal calon Wali Kota Makassar. Ilham juga tak berkantor karena berada di Jakarta, menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.

Menurut Ilham, pasangannya dalam memimpin kota berpenduduk 1,6 juta jiwa ini jarang berkantor karena sibuk mengurusi partai. “Beliau tidak aktif (berkantor), mungkin sibuk di politik. Beliau ketua partai sehingga dimaklumi,” ujar Ilham, Ketua DPD Partai Demokrat saat dihubungi, sore tadi

Sebagai ketua partai, Supomo disibukkan dua agenda, untuk pemengan dirinya dan partai yang akan mengusungnya pada pemilihan wali kota serta pemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2014.

Ilham juga fokus mengurusi partai agar partai nomor urut tujuh dipimpinnya bisa mendulang suara di Sulsel dan kembali memenangkan pemilu.

Mo, sapaan Supomo mulai tak aktif berkantor dalam tempo dua tahun terakhir. Hubungannya dengan Ilham dikabarkan tak harmonis karena partai dan pecah kongsi pada Pilgub Sulsel. Namun, kabar tersebut dibantah Ilham. “Tidak ada masalah dalam hubungan kami. Saya berharap tidak akan rusak oleh agenda politik ke depan,” katanya.

Ilham juga berharap, periode jabatannya bersama Supomo yang tersisa setahun lebih dapat berakhir dengan baik dan diiringi harmonisasi.

Supomo diminta, selain fokus mengurusi partai, juga tak boleh mengabaikan tugas jabatannya sebagai pemimpin kota. Rakyat telah memberi amanah untuk memimpin lima tahun.

“Saya tetap mengharapkan Pak Supomo bisa fokus kembali ke pemerintah kota,” ujar Ilham seraya menyebut dibutuhkan kepemimpinan kolektif

Terlepas dari kepentingan kedua pejabat ini, sebaiknya jangan masyarakat yang dikorbankan, apalagi saling mencari kambing hitam yang semakin mahal harganya dipasaran.

Wednesday, 24 April 2013

Paket SUPOMO GUNTUR - KADIR HALID sosok yang sangat dinantikan masyarakat MAKASSAR

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, dikabarkan pekan ini akan menetapkan pasangan walikota dan wakil walikota yang akan diusung pada pemilihan walikota (Pilwalkot) Makassar pada September 2013 mendatang.

Sebagaimana diketahui ada beberapa nama kader Partai Golkar yang akan maju pada Pilwalkot Makassar mendatang, seperti Ketua Golkar Makassar, Supomo Guntur, Sekertaris Golkar Makassar, Farouk M Betta, anggota DPRD Sulsel, Kadir Halid dan Yaqin Padjalangi, serta kader Golkar lainnya.
Tetapi gaung yang paling kuat terdengar di DPP Golkar adalah paket Supomo Guntur dan Kadir Halid.

Gonjang-ganjing soal nama calon walikota Makassar yang akan diusung partai yang dipimpin Abu Rizal Bakrie ini akhirnya semakin mengerucut. Pasalnya tim dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bersama tim Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi yang akan menentukan siapa calon yang akan diusungnya pada Pilwalkot Makassar nanti.

Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham, mengatakan jika penetapan calon nanti ada ditangan tim DPP Golkar dalam hal ini Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan juga termasuk dirinya. Selain itu, keputusan juga akan diambil bersama tim Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi yang dipimpin oleh Nurdin Halid.

“Keputusannya nanti akan diputuskan dipusat. Tetapi kami juga masih menunggu hasil survei internal partai siapa calon yang kuat,” kata Idrus Marham, saat dihubungi, di Jakarta. Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar wilayah Sulawesi, Nurdin Halid, saat ditemui di Gedung DPR beberapa waktu lalu, mengatakan, DPP Partai Gokar akan menetapkan pasangan wali kota dan wakil wali kota Makassar pada pekan ini. “DPP akan menetapkan pasangan calon pada pekan ini,” singkatnya. Senada, Wakil Sekjen Balitbang DPP Partai Golkar, Ali Muchtar Ngabalin, menilai calon kuat yang hampir pasti akan diusung Partai Golkar di Pilwalkot Makassar adalah paket Supomo dan Kadir Halid.

“Saya kira calon yang kuat dan hampir pasti diusung Golkar di pilwalkot Makassar adalah Supomo dan Kadir Halid. Keduanya memiliki peluang yang kuat dalam survei internal partai Golkar, karena memiliki rekam jejak yang baik dan sangat femiliar tidak hanya di internal partai, tetapi juga di masyarakat Makassar,” kata Ali Mochtar, saat ditemui, di Jakarta, Senin (21/4). Anggota Pemenangan Pemilu DPP Golkar Zona Sulawesi ini mengungkapkan, jika survei internal partai sementara berjalan. Tetapi ia menilai kedua sosok antara Supomo dan Kadir memiliki peluang yang kuat mendapatkan rekomendasi dari pusat.

“Supomo itu aslinya Makassar alias Makassar tattara. Apalagi dia incambent wakil walokota, yang suda dikenal prestasinya selama dua periode oleh masyarakat. Jadi dia (Supomo) adalah calon ideal dari Golkar. Sementara Kadir Halid juga adalah orang yang cukup terkenal dan memiliki prestasi yang baik diinternal partai. Jadi saya sangat yakin dan hampir pasti keduanya akan berpasangan di pilwalkot Makassar nanti,” jelasnya. Sebelumnya, rekomendasi Pilkada di Partai Golkar sudah diwacanakan Korwil Pemenangan DPP Golkar Sulawesi, Nurdin Halid yang ingin mempaketkan Supomo Guntur dengan adiknya, Kadir Halid.

Saat ini, wacana rekomendasi tersebut menjadi buah bibir, di Golkar Makassar. Bahkan mendapat respon dari berbagai pihak seperti elit partai berlambang pohon beringin, hingga loyalis partai tersebut. Menanggapi hal itu, Ketua Partai Golkar Makassar, Supomo Guntur mengatakan, dirinya siap menjadi wali kota yang diusung Partai Golkar. Tetapi soal wakilnya nanti, ia serahkan ke pusat. Menurutnya, dengan niat ikhlas dan suci demi mengabdi kepada masyarakat Kota Makassar, dirinya siap mengikuti aturan yang ditetapkan Partai Golkar. “Kami serahkan mekanisme ke Partai Golkar untuk menetapkan siapa yang akan diusung,” kata Wakil WaliKota Makassar ini.

Anggota DPRD Sulsel yang juga Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Kadir Halid yakin dirinya akan mendapatkan rekomendasi Golkar di Pilwali Makassar. Jika nantinya Golkar merekomendasikan Supomo sebagai calon wali kota ia pun yakin akan ditunjuk Golkar mendampingi Supomo. “Jika ternyata Pak Supomo yang direkomendasikan, saya juga yakin akan menjadi kader yang akan mendampingi beliau,” katanya saat ditemui saat menghadiri pelantikan Rahman Halid PAW Hanura menggantikan Akbar Faisal yang hijrah ke NasDem, di Gedung DPR, beberapa waktu lalu. Kadir sendiri telah mendaftar secara resmi di Golkar, Rabu (10/4) lalu.

Hingga hari terkahir pendaftaran, Kamis, 11 April, tercatat baru lima kandidat yang resmi mendaftar. Semuanya dari internal Golkar. Mereka yakni, Yagkin Padjalangi, Supomo Guntur, Kadir Halid, Haris Yasin Limpo dan Farouk M Betta. Sementara dari eksternal, belum ada yang mendaftar. Kadir Halid menuturkan, pendaftaran dirinya di Golkar menunjukkan bahwa dirinya siap maju sebagai calon walikota dan wakil walikota Makassar. “Saya menyatakan siap maju sebagai calon wali kota wakilwalikota Makassar,” tegasnya. Saat pendaftaran sendiri, Kadir mempopulerkan tagline SUKA (Supomo-Kadir).

Namun menurutnya tagline itu berkembang sendiri di masyarakat, bukan dari internal timnya.Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Syamsul Bahri yang ditemui usai temu wicara dengan pejabat Pemprov Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (22/4) mengatakan apa pun keputusan Partai Golkar untuk mengusung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar dilakukan sesuai aturan Partai Golkar.

“Dalam penentuan usungan pasti semuanya di libatkan. Mulai dari DPP hingga DPD Partai Golkar.” ucapnya. Syamsul pun membantah jika penentuan usungan Calon Walikota dan Wakil Walikota adanya desakan dari pihak Nurdin Halid untuk mengusung salah satu kelurganya menjadi Wakil Walikota mendampingi Supomo Guntur. “Tidak ada yang seperti itu, semua penentuan calon usungan ditetatpkan sesuai prosedur yang ada di Partai Golkar,” paparnya.

Meskipun membantah adanya campur tangan Nurdin Halid dalam penentuan calon Walikota dan Wakil Walikota, Syamsul mengatakan posisi Nurdin Halid adalah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar. “Pak Nurdin kan masuk dalam DPW Partai Golkar, apalagi dia kan Ketua Bapilu Partai Golkar,” ujarnya

IRMAWATY HABIE - KEMBALI MEMBANGUN SULSEL MELALUI JALUR DPD-RI

Perebutan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Pemilu Legislatif 2014 mendatang, dipastikan tetap ketat. Hingga hari terakhir pendaftaran calon senator di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, kemarin, jumlah peminatnya mencapai 36 orang.

Tidak hanya dari kalangan independen, jabatan senator juga diincar sejumlah politisi yang tidak terakomodir dalam daftar caleg sementara (DCS) partai politik. Tercatat, sedikitnya tujuh politisi asal Partai Golkar dan Demokrat turut meramaikan perebutan empat kursi di DPD RI. Dari Partai Golkar, dua anggota DPRD Sulsel, dari fraksi Golkar yakni Ajiep Padindang, dan Andi Harta Sanjaya turut mendaftar.

Salah satunya adalah Irmawati Habie. Ketua Bidang Hukum dan Perjanjian Internasional DPP Partai Gerindra ini resmi mendaftar di KPU Sulsel, Senin (22/4/2013).

Ia mengaku telah mengumpulkan nominal kartu tanda penduduk dari 18 kabupaten/kota. “Saya memilih maju melalui DPD karena menganggap lebih ideologis melakukan perjuangan melalui kursi DPD,” ujarnya.
DPD kata dia tidak terpengaruh dengan kepentingan kelompok sehingga lebih ideologis. “Supaya tidak terlalu terpengaruh dengan kepentingan partai,” kata dia.
Selain itu, notaris ini memilih maju karena menganggap Sulsel butuh diwakili perempuan di kursi senator.

“Makanya saya lebih menekankan misi perempuan. Karena untuk membangun harus berawal dari rumah tangga,” ucapnya.

Soal persaiangan dengan beberapa figur lainnya, ia mengaku optimis meraih satu dari empat kursi yang diperebutkan. “Semua harus optimis, menang kalah urusan yang di atas,” ucapnya.

Untuk merealisasikan itu, ia pun mengaku tim pemenangan sudah terbentuk sampai di desa-desa. “Persiapan saya sejak tahun lalu. Walaupun rencana maju sebenarny sudah lama, namun secara fisik baru tahun lalu,” pungkasnya.