Pages

Wednesday, 17 April 2013

SBY juga manusia, mengangumi bintang film porn



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rupanya sudah mulai familiar dengan mainan barunya.Account Twitter  yang dimilikinya bukan hanya sekedar hobby atau meluangkan untuk pencitraan, tetapi secara langsung SBY mengagumi artis-artis film porn

Setelah resmi dirilis pada Sabtu (13/4/2013) pekan lalu, pemilik akun @SBYudhoyono itu sudah mulai getol 'berkicau' dan mulai menjadi follower (pengikut) sejumlah pemilik akun Twitter.

Yang menarik tentu saja karena SBY, begitu dia disapa, menjadi follower dari sejumlah artis. Sebut saja, bintang film Julie Estelle (@Julstelle), Masayu Anastasia (@masayuanastasia), Titi Rajo Bintang (@TitiRajoBintang), pasangan suami istri Addie MS (@addiems) dan Memes (@memes605), hingga presenter Gading Marten.

Khusus Julie Estelle, wanita yang pernah menjadi bintang di majalah Playboy dan sempat menimbulkan kontroversi.

Tak hanya dari kalangan artis, ia juga menjadi follower dari anak dan mantunya, yakni Aliya Rajasa (@ ‏ @aliyarajasa) dan Annisa Pohan (@AnnisaPohan), Ibas Yudhoyono (@Edhie_Baskoro), Agus Yudhoyono (@AgusYudhoyono). Sementara di kalangan pejabat, ia menjadi follower  Wakil Presiden Boedino.

Banyak pihak yang ingin berteman dengan Presiden SBY di situs microblogging Twitter, tapi tentu saja tak semua ditanggapinya.

Keinginan untuk bisa berteman dengan pemilik akun @SBYudhoyono datang dari bintang porno asal Norwegia, Vicky Vette, yang sempat berkicau agar si pemilik akun meresponnya.

"@SBYudhoyono .... follow me back so we can chat by personal message xoxo,"  tulis Vicky menyambut kehadiran akun Twitter Pak Presiden, Sabtu pekan lalu.

Kicauan Vicky rupanya tak digubris pemilik si pemilik akun. Merasa kecewa, ia pun lantas melontarkan kicauannya kembali. "Sad @SBYudhoyono hasn't followed me yet, maybe he doesn't like my movies.

Tuesday, 16 April 2013

Besok 17 April 2013 WARGA SINJAI MENENTUKAN PILIHAN BUPATINYA

Besok tanggal 17 April 2013 akan menjadi rekam sejarah, pemilihan BUPATI SINJAI periode 2013 -2018.banyak hal yang dapat dipetik selama 10 tahun kepemimpinan Bp. Rudyanto Asapa SH. Warga sebagian besar meninginkan perubahan, perubahan lebih baik tentunya.Bukan hanya sekedar jargon tetapi warga Sinjai ingin keluar dari bayang-bayang kabupaten lain yang sudah lebih berhasil selama 5 tahun terakhir.

Warga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mulai mengungkapkan kebingungannya memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sinjai. Pasalnya, ada sembilan pasangan calon di Sinjai resmi akan bertarung memperebutkan 182.321 suara di daerah itu.Banyak pasangan membuat banyaknya janji diantara rakya, mulai penegakan hukum sampai gratis antar jemput pengantin disediakan.

Pasangan tersebut adalah:
1. A Jefrianto Asapa-Hermansyah
2. A Mahyanto Massarappi-Massalinri Latief
3. Muhklis Isma-Musa Rasyid
4. Muh Hasan Basri Ambarala-A Sultani
5. A Seto Gadhista Asapa-A Muhtar Mappatoba.
6. Lukman Arsal-A Djamaluddin
7. Amru Rijal Djunaid-Zainuddin Fatbang
8. Sabirin Yahya-Fajar Yanwar
9. Syamsul Qamar-Sitti Marwah Djufri.

Seperti yang diungkapkan Ayatullah yang merupakan aktifis LSM FAB-INDONESIA di Sinjai : " Besok merupakan tolak ukur warga Sinjai menentukan sikap, jangan terkecoh dengan JANJI-JANJI. Mereka semua tau akan perkembangan Sinjai dan mereka telah merasakan. Jadi jangan tergiur dengan JANJI atau Money politik.Warga harus cerdas, warga harus bersikap sejauh mana PEMIMPIN mau bekerja dan membawa Sinjai lebih baik lagi.

Terlepas dari itu, pilihan ada di bilik suara, hanya 2 menit tetapi menentukan masa depan warga 5 tahun kedepan.

PREDIKSI 2 PUTARAN

Seperti prediksi FAB-INDONESIA, pilkada kali ini akan berlangsung 2 putaran.banyaknya calon dan bingungnya warga menentukan pilihan menjadi faktor penyebab persaingan cukup ketat.Pasangan Nomor Urut 2 , 4 dan 8 akan menjadi pilihan warga maju 2 putaran.

PENDIDIKAN SUDAH JADI MAINAN, MAU JADI APA NEGERI INI

Belum selesainya atau tuntasnya kurikulum 2013 yang bersifat coba-coba atau eksperiment dimasa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu 2.Kini pemerintah kembali memberikan kejutan di dunia pendidikan dengan tertundanya UJIAN NASIONAL di 11 propinsi Indonesia tengah. Permasalahan yang sepele tetapi membuat kekecewaan kepada anak-anak bangsa yang tengah merintis masa depannya di jalur pendidikan sekolah menegah umum

LEMAHNYA KORDINASI

Kebijakan yang baik dari  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kerap tidak berbanding lurus dengan implementasi di lapangan. Hal tersebut merupakan dampak dari kurangnya persiapan dan koordinasi yang tidak matang.

Salah satu contoh, ditundanya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 untuk jenjang SMA sederajat di sebelas provinsi. Disebabkan karena belum rampungnya proses pencetakan naskah UN oleh PT Ghalia Indonesia Printing, satu dari enam percetakan yang ditunjuk Kemdikbud melalui proses tender.

Menurut Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo, seharusnya hal tersebut tidak terjadi jika pemerintah telah melakukan persiapan secara matang. Mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat pelaksana.

"Hal-hal sederhana dan teknis seperti itu semestinya tidak menjadi kendala kegiatan yang dianggap penting," ujar Sulistiyo.

Kasus ditundanya pelaksanaan UN ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah pendidikan di Indonesia.

"Ini  mencerminkan kekurangcermatan dan lemahnya koordinasi serta kolaborasi Kemdikbud dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan," tegas anggota Komite III DPD itu.

Sesungguhnya, sambung dia, pelaksanaan UN yang tidak serentak tidak akan menjadi masalah, jika hal itu memang sudah menjadi kebijakan sejak awal dan dipersiapkan secara matang. "Tetapi, tidak serentak karena lemahnya perencanaan dan koordinasi tentu maknanya lain," tuturnya.

MENDIKBUD MINTA MAAF

Mendikbud mengatakan, keterlambatan pencetakaan soal UN merupaka yang pertama di Indonesia. Ke depannya, Nuh akan lebih teliti dalam memilih percetakan yang dipercaya untuk mencetak naskah UN. “Kami akan melihat segala apsek dalam memilih percetakan. Dengan berat hati, kejadian ini sama sekali tidak menyenangkan. Saya minta maaf, yang semestinya ujian hari Senin jadi hari Kamis. Mudah-mudahan Kamis bisa diselesaikan dengan baik,” kata dia.

Seharusnya semua pelaksanaan Ujian Nasional digelar serentak di seluruh Indonesia mulai hari ini, Senin 15 April 2013, hingga Kamis 18 April 2013. Tetapi untuk wilayah Indonesia tengah, UN jadi diundur mulai 18 April 2013.

Kesebelas provinsi yang pelaksanaan ujiannya diundur adalah Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Monday, 15 April 2013

PANTASKAH JOKOWI MENJADI CALON PRESIDEN ???

Hasil survei media yang dilakukan Pol-Tracking Institute menunjukkan bahwa nama Joko Widodo melejit sebagai calon presiden paling potensial pada 2014. Namun, sebagai kader PDI Perjuangan, nasib Jokowi masih bergantung pada keputusan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai.

"Saat ini adalah momentum Jokowi, saat dia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tapi, keputusan tetap di tangan Bu Mega," jelas Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, dalam keterangan pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).

Hanta Yuda menyebutkan, Jokowi saat ini sedang berada dalam momentum terbaiknya untuk maju sebagai capres. Momentum yang dimiliki mantan Wali Kota Solo itu tidak akan datang dua kali. Ia membandingkan momentum Jokowi saat ini dengan yang dimiliki Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004.

Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, menurutnya, menjadi sesuatu yang sangat ditunggu. Pasalnya, keputusan Mega bisa menjadi penentu Presiden Indonesia mendatang. Meski demikian, lantaran Megawati sendiri dinilai memiliki keinginan untuk mencalonkan diri, maka peluang Jokowi untuk didukung partainya masih sebesar 50 persen.

"Peluang Jokowi, saya kira 50-50 dengan Bu Mega," ulas Hanta Yuda.

Dia menjelaskan, Mega akan melihat perkembangan peluangnya sebagai capres. Jika hingga saat-saat terakhir peluangnya tetap tidak signifikan, Hanta meyakini Mega akan memberi kesempatan kepada Jokowi untuk maju sebagai capres.

Pol-Tracking melakukan riset seputar isu capres 2014 dengan berbasiskan pemberitaan 15 media nasional. Riset tersebut menganalisa pemberitaan 5 media cetak, 5 media online, dan 5 media televisi.

Hasilnya, sepanjang periode tersebut, nama Jokowi disebutkan sebanyak 86 kali dalam pemberitaan terkait isu capres. Penyebutan Jokowi dalam berita jauh melampaui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto di posisi kedua. Prabowo mendapatkan 55 kali penyebutan. Pada posisi ketiga terdapat nama Aburizal Bakrie dengan 52 kali penyebutan. Urutan ke empat dan kelima, masing-masing Hatta Rajasa (27), dan Mahfud MD (26).

Editor: Erlangga Djumena